Friday, March 7, 2014

Hello 2014-I'm almost Legal

Ya ya ya, saya tau ini udah memasuki bulan ke-3 di tahun 2014 ini dan baru nge-post sekarang. Bukannya ga mau nge-post loh, cuman memang lagi nggak ada inspirasi dan.... nggak sempet :") hahaha.. But then I remember what my Dad once said,"It is better late than never," so yeah, here goes the first post in 2014!


Ceritanya sih, cuman lagi pengen cerita aja bagaimana kehidupan keseharian gua sekarang ini.


Semester ini jujur semester yang paling berat yang pernah gua lewati. Bahkan dari awal tahun, menyambut semester ini aja ada rasa takut yang tersisip. Kenapa? Di semester ini, ada 4 buah praktikum. Keempatnya selalu ada tes awal/akhir (which means every week there will always be a quiz). Keempatnya harus bikin laporan. Tiga dari empat ada jam asistensi di luar jam praktikum. Dan yang paling bikin mumet adalah..... semua kelompok isi anggotanya beda-beda :") Belum kelompok-kelompok lain di luar praktikum. Huft.


Hidup sekarang bener-bener cuma Unpar-base camp nugas di Bukit Indah. Pulang ke Bukit Sastra hanya buat tidur, mandi, cabut lagi. Bahkan sempet dua malam nggak tidur di kosan demi ngerjain tugas.


Begitulah, semester ini meski cuma 18 SKS, tapi kenyataannya udah kayak 24 SKS hahaha..


Selain soal akademik, hal yang non-akademik juga selalu ada di pikiran. PUPM 2014 sudah semakin dekat. Tanggung jawab gua disini juga cukup besar dan tentunya tidak main-main.


Other than those things going on in my life since this early year, some others also happened:

1) New Zealand. Seriously the BEST part of 2014. Seriously one of the best thing ever happen in my life. Never thought I had gone to the most beautiful country in the world in this early age. Never thought I could see it all with my own eyes. Never thought how beautiful this Earth really is. I miss my time in New Zealand so so much, and I promise myself I AM GOING TO GO THERE AGAIN, next time with my own money, next time I'll be the one paying all the cost for my Mom and Dad. Thank You, God, a million zillion times, Thank You.


2) Sebenarnya baru terjadi dua hari lalu, juara 1 POR TI. Sangat sangat bangga sama tim futsal putri 2011. Sekarang udah punya dua piala wuhuuu hahaha.. Next big thing: Parahyangan Sport Combat!


3) Mengenal yang namanya Wingz oh Wingz. Iya gua tau namanya alay. Tapi chicken wings disana rasanya sama sekali ga alay. NIKMAT coy! Ayamnya... Crispy-nya.... Bumbunya.... Hadeh..! Sedang menjadi rutinitas untuk makan malam disana tiap minggu. Semua ini terjadi berkat ciwi-ciwi menemukan tempat ini hahaha..


4) Bertemu dengan my big bro :)) Setelah 1 tahun ngga ketemu sama sekali. And this time we (Mom and I) were the ones who visited him in Australia. Even though we only got 72 hours to spend time with him, still those 72 hours were so precious :") I am really looking forward to meet him again, probably this December or next year.


5) Kamu! (Siapa kamu? ya yang itu tuh, yang bikin gua jalan kaki terus hahaha). Yea since 5 is my favorite number, so you're my favorite thing (person, actually) going on in 2014.


6) IPK meningkat! Berhasil membuktikkan walau sibuk organisasi ternyata bisa juga IPK ningkat, lumayan jauh pula :D


Begitulah, 2014. Berasa sangat cepat waktu berjalan. Dannn semakin mendekati bulan Juni dimana tahun ini gua akan berumur 21 tahun , atau yang orang-orang bilang umur legal. Can I make my wish list here? Bisa dong ya.
1) Ke Bali bersama teman-teman kuliah tercinta. We only have a short time left together, and  even imagining my life without you guys can make me feel sick. So with the time left, going to use it well!
2) Tas ransel baru. Asli tas Puma tercinta sekarang sudah terlalu rapuh dan bahkan udah bolong hahaha.. Sekarang sih all my eyes lagi into billytailored bags, check it out here! Kualitas bagus, merk Indonesia, model juga oke.
udah sih itu aja hahaha yg butuh-butuh saja.


sekian dari saya malam (subuh) ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 01:20 dan jam 09:00 nanti praktikum Otomasi menanti. See ya guys, see ya soon!


May 2014 be a good year for all of us :)

Wednesday, December 11, 2013

Negativity

Dua minggu menuju Hari Natal! Hahaha so so so so damn excited therefore I have to put it first in this post. Although this one has nothing to do with Christmas day.


Negativity.


Coba direnungkan dulu, dalam satu hari, berapa kali kita berpikir negatif? Kepada masa lalu, masa depan, masa sekarang, peristiwa, teman, dosen, keluarga, bahkan orang yang tidak kamu kenal sekalipun? Gua sih, jujur, sering. Sering men-judge juga sering di-judge demikian. Kenapa sih kali ini lagi-lagi gua membahas sesuatu yang jelek? (Andddd there's the negative thought)


Sedikit cerita aja mengenai semalam. Gua adalah salah seorang penggemar hal-hal berbau teknologi, gadget, yah yang semacamnya lah. Maka dari itu, kalo ketemu sesuatu yang keren, dengan sangat wajar gua akan hyped up. Contoh: semalam gua iseng-iseng nyari 'today airplane traffic' di Google. Kenapa? Karena semalam Bokap gua dalam perjalanan pulang dari Dubai naik pesawat. The result from Google was not only yesterday' airplane traffic, but there's something even better. Check this out: www.flightradar24.com


Ternyata dari web itu, kita bisa secara langsung mantau pergerakan pesawat di seluruh dunia. Kita bisa tau jadwal arrival dan departure dari bandar udara di seluruh dunia. Info tentang pesawat itu sendiri juga ada bahkan. And the most amazing is... we can see live from the cockpit view! Hal yang bahkan kalo jadi penumpang di pesawat itupun kita ga bisa liat. Mungkin memang gua yang norak, katrok, atau kampungan, tapi gua bener-bener baru tau tentang keberadaan web ini. 


Saking excitednya gua, gua mengabari Nyokap tentang keberadaan web ini. SMS ke kedua HP nya, BBM, tapi ga ada satupun yang dibales. Akhirnya gua telfon, kurang lebih pukul 10 malam saat itu. Nyokap ngangkat.
S: Ma di rumah bisa konek internet ngga?
M: Bisa, kenapa?
S: Buka web yang ada di SMS aku deh,
M: Kenapa emang? Tentang apa?
S: Tentang pesawatnya Papa
M: Apa?? Kenapa pesawatnya???


Dannnnnn malah Nyokap gua shock, panik, dikira terjadi sesuatu. Setelah gua jelasin isi web nya apa, malah dibalik pernyataannya: Sandra suka parno-an, nggak percaya-an, khawatir tingkat tinggi, and worse; ga percaya sama Tuhan.


I was like.. Whaaaaaaaaaaaaat?


Jauh, jauh, jauh, jauh sekali dari tujuan awal gua mengabari tentang web tersebut.


Di akhir pembicaraan, Nyokap nyuruh gua untuk berdoa.


Oke, gua mengakui gua memang ada salah. 1) Malem-malem baru nelfon (ya sebenernya sih karena gua juga baru tau soal itu sesaat sebelum nelfon, coba kalo taunya pagi, ya nelfonnya pagi) 2) Pernyataan gua kurang jelas di awal tentang web itu, malahan menimbulkan pemikiran negatif.



Itu cerita tentang Nyokap. Ini cerita pembicaraan gua sama Bokap (yang sudah sampai semalam dalam keadaan selamat sehat walafiat, with slight delay yang gua di kamar kosan udah tau sebelum pesawat mendarat via web itu hahaha). pukul 12 malam persis sebelum gua tidur.
S: Pa, udah nyampe? Kok ga bales SMS?
P: Oiya, lupa si Mama
S: Pa aku nemu web keren lohh, bisa mantau pesawat kapanpun dimanapun, bisa tau jadwal airport, bisa ngeliat view dari cockpitnyaa
P: Ohya?? (Ikutan heboh) Keren ya! 


Beda kan? Hahaha..


Negativity. Capek loh kalau berpikir negatif , capek juga kalo dituding secara negatif. Gak mau kan dituding negatif? Nah sayangnya kadang ada beberapa hal yang bikin kita lupa sama hal ini: diri kita sendiri yang memunculkan pemikiran negatif lewat aksi maupun perkataan. Maka dari itu, berpikirlah lagi sebelum bertindak dan berkata-kata


Emang sih, yang namanya negativity itu gak mungkin hilang 100% dari dunia, the world needs balance after all. Yin and Yang. (yang akhir-akhir ini suka gua pertanyakan kebenarannya). Memang akan ada saatnya ketika udah bertindak dan berkata-kata sebaik mungkin, masih juga dicap negatif. Yang paling bahaya dari berpikir negatif adalah it stays with you, and it is not easy for us to leave it. Coba aja kalo dari awal udah berpikir jelek tentang seseorang, mau dia ngapain juga pasti ngecapnya, "Apaan sih?" atau "Pasti ada sesuatu di balik maksudnya nih,". Bayangin sepanjang hidupmu isinya berpikir gitu terus. Capek kan?  Seperti kata seorang senior di MPM bilang, "Buang semua persepsi (pikiran) itu jauh-jauh!!"


Mulailah dari kamu yang berpikir positif. Mulailah dari hari ini, saat ini. Much much much more ease to feel and surpass today. One thing about positive; it stays with you, and it is not easy for us to leave it. Kok sama dengan negativity? Memang sama. Tinggal kamu yang pilih mau yang mana.


Have a good day! 

Tuesday, December 10, 2013

The Birthday of Eternitiy

Sesuatu yang aneh terjadi dalam hidup gua hari ini, yang bikin gua sepanjang hari merenung tentang sebuah kata. Kata yang mungkin ditakutkan oleh orang-orang, dihindari, tidak mau dibayangkan, bahkan mungkin menjadi hal taboo untuk dibicarakan. Kematian. Death. The birthday of eternity.


Selama 20 tahun hidup, udah cukup banyak gua melihat orang lalu lalang dalam misteri terbesar kehidupan. Tante, Om, Oma, tetangga, bahkan teman. Suatu kejadian yang bener-bener bikin gua yang saat itu masih kecil mengerti tentang kematian seseorang adalah ketika tetangga gua yang meninggal. Anak perempuan, umurnya lebih muda dari gua. Dari dia lahir sampai saat-saat sebelum dia meninggal, gua lihat. Dari dia masih bayi, dia belajar naik sepeda, dan sering naik sepeda di depan rumah. Dan tiba-tiba aja dapet berita dia meninggal karena sakit demam berdarah. Umur gua masih belasan saat itu, dan di umur belasan itu  gua sudah melihat seumur hidup seseorang.


No one can expect death.
Gak ada yang tahu kapan dia datang.
and worse, kepada siapa dia akan datang.
Dan kita juga gak bisa menghindar darinya.
It is the part of life itself.


Mungkin kalian yang ngebaca post ini akan mikir gua aneh, kenapa gua udah bisa berpikir soal kematian. Nggak kok, bukannya gua mau meninggalkan dunia. Bukan juga karena gua takut sama hal itu. Tapi lebih ke gua sadar, betapa pendeknya hidup manusia itu. Bayangin, gua harus kehilangan seorang Om yang cukup dekat sama gua padahal dia baru aja berkunjung ke rumah beberapa hari yang lalu. Kebetulan gua lagi di Jakarta juga saat itu. Siapa yang nyangka? Gak ada.


Dan kadang gua suka bertanya sama diri gua sendiri, kalau dipanggil sekarang, sudah siapkah? Ada gak hal-hal yang akan gua sesali?


Ada. Banyak.
Most of it kepikiran sama orang tua. Gua sudah banyak menyusahkan mereka, dan belum bisa membahagiakan mereka.


But then again, no one knows where death is going to come.


Bertanya lagi ke diri sendiri. Gimana kalau dia datang ke orang terdekat? Hancur gua pastinya. Dan lebih banyak lagi penyesalan yang bisa gua bayangkan.


...




Setelah banyak bergerumul dengan pikiran-pikiran mengenai kematian, datanglah mengenai kehidupan.


Bersyukurlah pagi ini kamu bangun.
Bersyukurlah pagi ini, Dia tidak lupa membangunkan kamu.
Bersyukurlah hari ini, kamu masih bisa bertemu, berbicara, menyapa mereka.
Kalau belum disapa, sapalah.
Perlakukan orang-orang di sekitarmu sebaik-baiknya.
Bersyukurlah hari ini, kamu masih dikasih kesempatan untuk hidup, satu hari lagi.


Dan yang terakhir, lakuin hal-hal yang ingin kamu lakuin, yang memang harus kamu lakukan.
Sehingga saat dia datang menjemput kita, you leave no regret behind.


"The fear of death follows from the fear of life. A man who lives fully is prepared to die at any time."
Mark Twain

Friday, November 1, 2013

Lakukan Sekarang

Kita mungkin tidak bisa menolong semua manusia yang kesusahan di seluruh dunia
tidak juga manusia di suatu benua
di suatu negara
atau bahkan seluruh manusia di kota kita tinggal


tapi akan selalu ada seseorang di sekitar kita
yang benar dan sungguh membutuhkan,
bahkan dan saat ini juga menantikan
jangkauan tangan kita meraih tangannya
menawarkan bantuan
memberikan kasih


look around you
and always give love and help for those in needs
they who walk pass you every morning
that beggar you see on your way to campus
that scavenger you walk pass by on your way back to home
You are always able to do something, to help them, right now.





Gak perlu jauh-jauh untuk melakukan suatu kebaikan



Thursday, September 12, 2013

This Is Us

Hello again blog! Rasanya udah berjuta menit berlalu semenjak terakhir gua nulis disini hahaha.. Post kali ini simple aja, terinspirasi dari jalan-jalan dalam rangka melepas kepenatan hidup untuk sejenak yang berlangsung semalam bersama teman-teman terdekat semenjak awal kuliah; Henry, CKJ, Pri, dan Stanley. Sebenernya kurang Kaka, Upi, dan Nidia sih hu.


Intinya, sesibuk apapun kita, sejarang apapun kita bertemu, tetep gak boleh lupa sama yang namanya sahabat! Gimanapun juga, merekalah yang akan bener-bener ada buat kita di saat kita lagi sedih, lagi down, lagi terpuruk (khususnya anak kosan karena orang tuanya nan jauh di rumah). Dan gak hanya sekedar 'ada' , tapi juga merekalah yang bisa ngasih dorongan buat maju lagi, jangan sedih lagi, keep going, keep moving forward. And the most important part, best friends accept us for who we really are.


In the end, I believe people come into our lives for good reasons. And I'm sure they're in my life for those reasons too.


Punya tradisi khusus: bikinin kado spesial handmade kita sendiri yang bikinnya super butuh effort karena bentuknya aneh-aneh hahaha.
Mine was a blue guitar, sekaligus berfungsi sebagai celengan


Stanley... papan kotak-kotak, maklum kado pertama yang kita bikin jadi masih ga ada ide hahaha

Pri siluet drum, di tengahnya tulisan selamat ulang tahun pake bahasa cina (y)

Henry' was an American Idol stage! 

Tahun berikutnya udah ga dibikinin lagi karena... one is enough to show how special we are (baca: males, susah bikinnya HAHA)

So this is my best friends and I, how about yours? Share!

Sunday, June 30, 2013

Outliers


Done reading 'Outliers'! My my it really is a good book. Big thanks to Nadya Helena (click her name to go directly to her own and amazing blog; The Dilly Chic) who has introduced me to this book... Though it took me several months to finish the book, I enjoyed my time and of course the book itself. A very recommended book from Malcolm Gladwell.


'Outliers' has taught me a lot and made me think in the amid of rushing life. It gave me moments to re-think about my own story. Unlike any other motivational book, this one actually gives real data, real history of those who already became an Outlier, say Bill Gates and Steve Jobs.


 "Outliers are those who have been given opportunities - and who have had the stength and presence of mind to seize them" 


Take your time to be inside this book, feel the journey, unravel your opportunities, and when you finish the book, seize them and be an Outlier.






next book:
 

Sunday, June 16, 2013

Alam kah?

" Menurut gua tuh, alam turut berkonspirasi, San ," seorang teman bilang ke gua semalam. Menurutnya, hal-hal yang terjadi di kehidupan kita (ya, kita) saat ini juga termasuk campur tangan dari semesta yang di luar pikiran maupun akal kita. Hal-hal yang kalau kita ingat-ingat lagi sekarang, bakal membuat kita berpikir, "Kok bisa ya?" dan akalpun tidak membantu untuk menemukan jawabannya.


Pernahkah Anda, atau kalian yang membaca, mengalami one turn event point? Satu titik dimana kehidupan kalian berubah? Dimana andaikan satu titik itu terlewati dan tidak pernah terjadi, kehidupan yang sekarang ini tidak nyata, tidak ada sama sekali? Gua pernah. Dan sampai kemarin gua masih bertanya-tanya pada diri gua sendiri, "Kok bisa ya?". Sampai akhirnya si teman tadi itu memberi jawabannya. Alam turut berkonspirasi.


Sedikit mau cerita tentang satu titik itu, titik yang masih terkenang banget sampai sekarang. Hari pertama ospek jurusan. 


Di hari itu, mahasiswa-mahasiswa baru dibagi jadi 20 kelompok. Gua masuk ke kelompok 5 (angka 5, seperti yang pernah gua tulis sebelumnya, five is my destined number). Sebagaimana sebuah kelompok seharusnya, butuh seorang ketua kelompok. Waktu itu yang gua kenal dari kelompok itu cuma seorang dari bimbingan belajar Inten dulu, bahkan kenalannya juga baru hari itu. Pas ditanya sama mentor kelompok, siapa yang mau jadi ketua kelompok, hening. Satu-dua menit berlalu. Dan saat itulah menurut gua alam memainkan perannya; dengan pedenya gua bilang, "Saya aja deh, Kak,". Mentor gua awalnya kelihatan agak gak percaya, sampai-sampai dia nanya sama si temen Inten gua tadi itu, "Kamu gak keberatan dipimpin sama cewek?" "Engga, Kak. Saya percaya sama Sandra," jawabnya. And then my whole world changed, all my first plans of how I would go trough this uni life changed.


Pasalnya, pas masuk kuliah itu gua udah berencana akan jadi mahasiswa yang cuma peduli belajar materi kuliah, gak lagi ikut-ikutan organisasi. Pokoknya cuma ada yang berbau akademik deh. Nah semenjak jadi ketua kelompok ini, ya kasarnya gua 'kejeblos' ke dalam dunia organisasi di kampus. Bener-bener andaikan hari itu gua gak memajukan diri buat jadi ketua kelompok, saat ini kehidupan gua gak kayak gini. Gak ada tuh namanya ikut kepanitiaan-kepanitiaan di dalam maupun di luar himpunan. Apalagi, gak ada tuh namanya gua jadi MPM sekarang. Serius!


Ngobrol sama si teman itu semalam, bikin gua berpikir lagi lebih dalam. Sampai akhirnya sampai di ujung akhir pemikiran gua tentang hal ini. Bukan alam yang berkonspirasi, tapi Tuhan yang berkehendak. Bukan berarti gua gak punya kendali sama kehidupan gua sendiri, tapi bener-bener one turn event point itu sampai semalam membingungkan gua, kenapa gua bisa-bisanya mau gitu. Yah, mungkin saat itulah Tuhan menggerakkan hati gua kali ya. Seandainya nih ya, gua memang tidak dikehendaki aktif, menurut gua bisa kok dari dulu-dulu gua digagalkan atau dihentikan dari aktivitas gua itu. Misalnya aja nih, ditolak dalam kepanitiaan? Gagal di fit and proper test? (amit-amit sih tapi ini, untungnya enggak.) Banyak, tapi gak satupun kejadian.


Jadi ya, di ujung post panjang ini, cuma ingin bersyukur sih atas kehidupan yang gua miliki dan gua jalanin sekarang. Banyaaaaaaaaaaaaaaaak sekali yang udah gua dapetin dan gua pelajarin, sangat sangat sangat lebih dari sekedar pelajaran akademik. I've been taught about life. Percaya aja yang kita alamin sekarang ini yang terbaik buat kita, dan yang bisa kita balas untuk Dia yang memberikan kita yang terbaik itu ya... Melakukan yang terbaik dari diri kita juga :) hehe..


So, what's your turn event point? Do you feel grateful for what has been going in your life?
Take your time and think how many things you've learnt along the way and how many things you've still got to learn.